Minggu, 26 April 2015

Terbang Ke Barcelona



Sampai besok, Tang! Besok harus tetap fit ya?!” ujar Asep teman se-klub sepak bolaku


“Ok!” jawabku pasti dengan memamerkan jari-jariku yang membentuk sebuah lingkaran dari ibu jari dan jari telunjuk.


Namaku Tatang Suherman. Panggilanku Tatang. Aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Tasikmalaya. Hobiku sama seperti anak lelaki pada umumnya. Bermain Sepak Bola. Dan klub favoritku adalah Barcelona karna banyak pemain – pemain hebat yang bermain disana termasuk idolaku “Neymar dos santos”. Aku mengidolakannya karna aku suka cara ia menggocek pemain lawan dengan kemampuan goceknya ia baggaikan menari dilapangan dalam menggocek musuhnya.


Sesampainya di rumah, kulihat ayah dan ibuku sedang duduk di ruang keluarga. “Sudah pulang, dek ?” sapa ibuku ramah.


Aku hanya mengangguk sambil menghampiri kedua orang tuaku. Seperti biasa, aku mencium tangan mereka kemudian berjalan menuju kamarku yang beberapa jam yang lalu aku tinggalkan.


Setelah mandi, kubuka beberapa halaman komik sepak bola yang sudah kumal, sejak dua minggu yang lalu komik itu tak kunjung selesai kubaca. Tapi rasa kantuk terlalu memegang kendali. Mataku yang tadinya siap membaca, kini mulai lelah dan mengucurkan air mata. Ku tutup komik yang ada ditanganku dan kuputuskan untuk tidur supaya besok pagi kembali fit dan siap untuk bertanding. Tak lama kemudian, mataku mulai tertutup dan aku pun bersiap meluncur ke alam mimpi.



“Neymar" dengan nomor punggung 11 mulai mengarahkan tendangannya. Dan Gol…..!!!” teriak komentator pertandingan yang disambut teriakan bahagia dan puas para supporter tim tersebut.


Aku membuka mataku. Ternyata aku ada di antara ribuan penonton yang sedang sibuk menonton jalannya sebuah pertandingan. Tapi pertandingan apa ini? Disana hanya ada lapangan yang di setiap sisinya mempunyai gawang seperti lapangan sepak bola. Aku berfikir lebih keras lagi. Siapa tahu aku mengerti apa yang sedang mereka tonton. Kulihat semua yang ada di lapangan hijau itu dengan seksama.


Dan ketika aku melihat lagi ke lapangan ternyata yang bertanding adalah Barcelona FC kesebelasan favoritku, Pertandingan itupun akhirnya dimenangkan oleh Barcelona atas Cimol FC dengan kedudukan 5 – 0 . Setelah pertandingan itu selesai dan aku menuju rumah tiba tiba ada yang memanggilku


Hey bocah!!!


Aku tidak tau dan segera melanjutkan perjalanan ..


Dia pun mengejar dan memanggilku dengan nama yang ada di kaos bolaku


Tatanggg!!!!


Seketikapun aku melihat dan ternya itu adalah Neymar


Akupun langsung menghampiri sambil berpikir ada apa gerangan ia memanggilku?


Seketika itupun ia langsung memberikan kaos bolanya padaku dan langsung pergi


Dan tiba-tiba akupun terbangun...


Aku mencoba membuka mataku. Kulihat sekelilingku ternyata aku dikamarku. Yang ada hanya meja belajar, foto-fotoku, keranjang baju, tas sekolahku dan aku yang tergeletak di atas kasur. Samar – samar aku mendengar suara ibuku memanggil “Tatang, ayo cepat bangun! Bukankah kamu harus berkumpul di sekolah jam enam pagi?

Iya Buu,Ujarku membalas suara ibu..


Aku mencoba mengumpulkan kesadaranku. Huft..ternyata aku hanya bermimpi! Aku teringat aku berada di camp nou dandiberikan kaos bola idolaku “Neymar” . Apakah mungkin saya akan bertemu pemain idola saya di camp nou?


“Oya, akan kuceritakan mimpiku pada Asep diperjalanan menuju sekolah nanti!” aku tersenyum mengingat mimpi aneh yang aku alami. Badanku kini penuh dengan keringat. Aku harus segera bersiap-siap.


Aku tertawa jahil dan berlari menuju kamar mandi. Ya! Hari ini harus seindah mimpiku!




Sabtu, 28 Maret 2015

Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah


1. Karangan Ilmiah

Menurut Brotowidjoyo, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuanyang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

Ciri – Ciri Karya Ilmiah:

Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta
rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

c. sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


Macam – macam karangan ilmiah:
Laporan penelitian. Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.

Skripsi. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).

Tesis. Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.

Disertasi. Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.

Surat pembaca. Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.

Laporan kasus. Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.


Karya non-ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).


Ciri-ciri Karya Tulis Non-Ilmiah:

Ditulis berdasarkan fakta pribadi.

Fakta yang disimpulkan subyektif.

Gaya bahasa konotatif dan populer.

Tidak memuat hipotesis.

Penyajian dibarengi dengan sejarah.

Bersifat imajinatif.

Situasi didramatisir.

Bersifat persuasif.

Tanpa dukungan bukti.

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.



Karangan ilmiah populer

Prof.Dr. Suhardjono dalam bukunya yang berjudul Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (tahun 2001;halaman 35) Beliau mengatakan bahwa “karangan ilmiah populer yaitu pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak dibaca & dipahami, fakta yang disajikan harus tetap obyektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir keilmuan”.


Ciri- ciri tulisan ilmiah Populer:

a. Sasaranya masyrakat umum atau awam

b. Kata – katanya sederhana ,mudah didentifikasi dan dipahami

c. Tidak memuat hiptesis

d. Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya

e. Karangan ilmiah populer disusun seperti kerucut terbalik

f. Menggunakan bahasa yang komunikatif.


2. Metode ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.” Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project).

Tujuan Penulisan Metode Ilmiah

a. Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.

b. Untuk meningkatkan pemahaman penulisan dangan mekanisme yang telah ditentukan.

c. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan -pertimbangan logis.

d. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

e. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.


 Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula. Beberapa sikap ilmiah yang bisa didapat saat melaksanakan metode penulisan ilmiah adalah sebagai berikut :


a. Pengembangan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap suatu data.

b. Mengembangkan sikap obyektif atau menghindari keberpihakan dalam melakukan penelitian.

c. Terbuka artinya dapat menerima pandangan atau gagasan orang lain.

d. Bersikap berhati-hati dalam mengambil keputusan /kesimpulan suatu data.

e. Jujur dan tekun dalam meneliti data.


Langkah-langkah Penulisan Ilmiah

a. Merumuskan Masalah

b. Merumuskan Hipotesis

c. Mengumpulkan Data

d. Menguji Hipotesis

e. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik

f. Kesimpulan

g. Menulis laporan Ilmiah


3. Penalaran dan Penyusunan dalam Sintesis Karangan Ilmiah

Pengertian Menulis
Menulis itu dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.
Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat yaitu:
a. Penulis sebagai penyampai pesan
b. Pesan atau isi tulisan
c. Saluran atau media berupa tulisan
d. Pembaca sebagai penerima pesan


Penlaran Induktif dan Deduktif dalam Karya Ilmiah

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya, apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.

Penalaran Induktif
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Pengertian Penyusunan Sintesis
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.”Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Dalam perspektif lain “sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatakan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain, menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali, menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.. Metode Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.


Fakta sebagai Unsur Dasar Penalaran Karangan

Unsur dasar penalaran ilmiah ialah fakta, dan dapat berupa :

Klasifikasi

Jenis Klasifikasi

Persyaratan Klasifikasi

Guna Klasifikasi

Pengamatan

Proposisi


SUMBER:


http://myrifqy.blogspot.com/2013/10/pengertian-macam-sifat-dan-bentuk-dari.html

http://kiarukayaah.blogspot.com/2013/10/pengertian-karangan-ilmiah-populer-dan_30.html

http://belajarpsikologi.com/macam-macam-karya-ilmiah/

http://andhykajulyanthio.blogspot.com/2014/05/metode-ilmiah.html




Minggu, 08 Maret 2015

PENALARAN, PARAGRAPH INDUKTIF DAN PARAGHRAPH DEDUKTIF

1.  Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berfikir yang logis dengan berusaha menghubungkan fakta menjadi suatu kesimpulan.Untuk dapat bernalar kita harus mengenal fakta dengan baik.

       a. Proposisi

Dalam proses penalaran, kita menghubungkan fakta-fakta. Hubungan itu diungkapkan dalam bentuk kalimat pernyataan/kalimat berita.maka dari itu proposisi adalah kalimat yang berisi pernyataan  tentang hubungan fakta fakta.

    b. Inferensi dan Implikasi

Inferensi adalah pendapat atau kesimpulan yang merupakan hasil penilian, pertimbangan , dan keyakinan seseorang tentang fakta.
contoh: Tabrakan truk itu disebabkan oleh pemngemudi truk yang ugal-ugalan.

Untuk membuktikan kesimpulan pada contoh benar kita dapat melakukan:
-          Membuktikan bahwa peristiwa tersebut benar.
-          Menilai proses yang digunakan untuk kesimpulan.
-          Jika kesimpulan berbeda, dpat melalui penyeleasian masalah melalui hukum, yang            secara ilmiah diacu dari refrensi.
     
Implikasi adalah ucapan atau pernyataan tentang fakta, tanpa mempertimbangkan pendapat tentang fakta tersebut.
Contoh: tadi sore terjadi perampokan dibekasi.
  
Untuk menguji kebenarannya perlu diadakan pengujian terhadap fakta sebagai sesuatu yang benar ada dan terjadi senyara nyata dan dapat diukur.

        c. Wujud Evidensi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.

      d. Cara Menguji Data

Untuk menguji sebuah data kita dapat menggunakan beberapa cara, yaitu:
-          Observasi
-          Kesaksian
-          Autoritas



       e. Cara menguji fakta

Untuk menguji fakta harus ada subuah penilaian, dari penialain tersebut maka dapat menggunakan fakta tersebut untuk memperluat kesimpulan yang diambil.

      f. Cara menilai Autorisasi

Untuk menilai suatu autoritasi dapat menggunakan:
-          Tidak mengandung prasangka
-          Pengalaman dan pendidikan autoritas
-          Kemashuran dan preside
-          Khorensi dengan kemajuan

2. Paraghrap Deduktif

Paragraph deduktif adalah kalimat utama(berupa pernyataan) terletak diawal, selanjutnya diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.

       a. Silogisme Kategorial

Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme dibedakan menjadi premis mayor dan premis minor.
Contoh:
Semua tumbuhan membutuhkan air.
Akasia adalah tumbuhan .
Akasia membutuhkan air.

    b. Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetik adalah argument yang premis mayornya berupa hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh:
Jika hujan saya naik becak.
Sekarang hujan.
Saya naik becak.




      c. Silogisme Alternatif

Silogisme alternative adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa alternative.
Contoh:
            Bapak wakwaw berada di Jonggol atau Bekasi.
            Bapak wakwaw berada di Jonggol.
            Jadi, Bapak wakwaw tidak berada di Bekasi.

      d. Entimen

Silogisme yang jarang ditemukan dala mkehidupan sehari-hari.yang dikemukakan hanya minor dan kesimpulan.
Contoh:
Anda telah memenangkan rejeki kaget, karna itu Anda berhak menerima hadiah.

3. Paragraph Induktif

Paragraph Induktif adalah paragraph utamanya berada dibagian akhir.

       a. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat terttentu untuk mendapat kesimpulan yang bersifat umum.

      b. Analogi

Analogi adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan/inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan beberapa gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat/ciri-ciri esensial penting yang brsamaan.

       c. Sebab – Akibat

Prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa semua persitiwa harus ada penyebabnya.




 Daftar Pustaka:
-          Minto Rahayu”Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi Negri”. Penerbit:PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
-          Keraf, Gorys. “Argumentasi dan Narasi”. Penerbit:PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
-          BAHASA INDONESIA 2 SMA kelas XI – Halaman 9.  
-          PELJ.BHS&SASTRA INDONESIA SMA/MA kelas XII


Sabtu, 17 Januari 2015

Kerangka Pemikiran Sebuah Penilitian





Berikut ini adalah contoh dalam bidang ilmu komputer:



http://fkipunikamamuju.blogspot.com/2013/03/kerangka-pikir.html

Metode Pengumpulan Data



      Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan teknik tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.
Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
 Sumber Data
     Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder :  
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh:
·         data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.

·         Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
Metode Pengumpulan Data
     Biasanya kita menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
   Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
   Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
   Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
  • Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
  • Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
  • Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Observasi
     Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
    Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
   Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
 Wawancara
  Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
  1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
  2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
Contoh Pengambilan Data:

Senin, 27 Oktober 2014

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


-          WACANA ILMIAH
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. adapun pengertian lain tentang kara ilmiah dimana dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

contoh wacana ilmiah adalah makalah, artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi.

Contoh dari wacana ilmiah:

MS-DOS, singkatan dari Microsoft Disk Operating System, adalah sebuah sistem operasi yang sangat banyak digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Microsoft membuat MS-DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream, sebelum pada akhirnya menghentikan dukungan MS-DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah sistem operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan        GUI)MicrosoftWindows.

MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi-versi baru    MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan perangkat.
 
MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Paterrson yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada         IBM.

 
-          Wacana Semi Ilmiah adalah wacana yang karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non ilmiah.

Contoh artikel,editorial,opini,feuture,reportase.
Contoh Artikel:
BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA
NARKOBA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA, yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut. Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
PENYEBABNYA SANGATLAH KOMPLEKS AKIBAT INTERAKSI BERBAGAI FAKTOR
1. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk, acuh, orang tua otoriter dan sebagainya.
Faktor-faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi, makin banyak faktor-faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
-          Wacana Non Ilmiah
Yang termasuk dalam wacana non ilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama.

contoh dari wacana no ilmiah :

Diusir di Pabrik Rokok(Anekdot)

Ketika sedang asyik melukis obyek pabrik rokok di suatu daerah, tahu-tahu seorang lelaki berbadan kekar mengendarai sepeda motor, berhenti persis di depannya.

”Sebentar, kamu tahu pabrik itu ada yang punya.”

”Ya tahu, orang langit saja juga ada yang punya kok.”

”Kamu tahu kalau menggambar itu ada ijinnya.”

”Ijin sama siapa?”

”Ya sama yang punya…”

Jengkel dengan gayanya yang mentang-mentang, Thalib langsung berdiri dan balik menggertak:

”Kamu tahu pangkatku?”

Lelaki itu menggeleng.

”Minggir,” Thalib mengibaskan tangannya, mengusir, lelaki tadi langsung pergi.

Dalam hati Thalib geli sendiri. Namun setelah itu konsentrasinya terganggu, tak bisa melukis lagi.






Buat karangan singkat mengenai penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga anda!

Bahasa dalam suatu keluarga memang beraneka ragam, ada yang menggunakan bahasa jawa, menado, padang, melayu, dan bahasa lain. Tiap anggota keluarga mempunyai karakteristik bahasanya masing masing, biasanya orang tua akan memanggil anaknya dengan sebutan nak ,adek atau kakak dan kadang pula memanggil dengan nama kita , sedangkan sang anak akan memanggil orang tua mereka dengan sebutan pah, mah, bu, pak dan lain-lain.

Ada juga dimana dalam satu keluarga menggunakan bahasa daerahnya untuk komunikasi, dan ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik untuk berkomunikasi. contohnya keluarga saya.

Saya    : bu adek buka puasa bersama ya.
Ibu       : buka bersama sama siapa? Dimana dek?
Saya    : Aku buka di dirumah temen bu, Sama temen-temen sekolah.
Ibu       : oh yaudah hati-hati ya dek berangkatnya.
Saya    : iyaa maa.